PENGEMBANGAN MODEL EXPLICIT INTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA 3 DALAM MENGANALISIS TEKS DRAMA DI SMA NEGERI 18 BANDUNG Lina Fera Herliana, S.Pd. SMA Negeri 18 Bandung Provinsi Jawa Barat

PENGEMBANGAN MODEL EXPLICIT INTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA 3 DALAM MENGANALISIS TEKS DRAMA DI SMA NEGERI 18 BANDUNG  Lina Fera Herliana, S.Pd. SMA Negeri 18 Bandung Provinsi Jawa Barat

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 3 pada materi analisis drama, dengan penerapan model pembelajaran Explicit Intruction. Penelitain ini melalui 4 tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran Explicit Intruction pada materi analisis drama, dapat meningkatkan, hasil belajar  siswa, dan aktivitas siswa secara signifikan. Hal ini dibuktikan dari peningkatan hasil yang diperoleh, yakni: peningkatan nilai KKM pretes ke siklus ke-1 adalah 44,82%. Peningkatan nilai KKM  siklus ke-1 ke  siklus ke-2 adalah 37,94%. Aktivitas siswa di siklus ke-1 terkategori “Baik” 61,38%, terkategori “Cukup” 23,10%, terkategri “Kurang” 15,52%. Aktivitas siswa di siklus ke-2 meningkat. Aktivitas siswa terkategori “Baik” 80,35%, terkategori “Cukup” 15,42%, terkategri “Kurang” 4,13%. Respon siswa terhadap model pembelajaran Explicit Intruction yang menyatakan “Ya/Baik” atau ekeftif 83,45%, yang menyatakan “Cukup” efektif 12,42%, dan yang menyatakan “Kurang” efektif 4,13%

Kata Kunci: Model Pembelajaran Explicit Intruction, dan Analisis Drama.

 

Pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang melibatkan berbagai aspek, seperti aspek keterampilan  membaca, keterampilan menulis, mendengarkan, dan berbicara. Semua aspek tersebut harus dikuasai siswa SMA. Melalui pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan siswa dapat mengetahui dan memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dengan penguasaan bahasa Indonesia setidaknya para siswa akan dapat berkomunikasi dengan baik dan benar. Oleh karena itu diperlukan suatu pengetahuan yang dapat menunjang pengembangan kreativitas guru dalam mengajar.

 ...

 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait