PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN PENILAIAN OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGANSISWA KELAS XI TKR 2 SMK NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN PENILAIAN OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGANSISWA KELAS XI TKR 2 SMK NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN PENILAIAN OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGANSISWA KELAS XI TKR 2 SMK NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

Irman

SMK Negeri 5 Bandar Lampung Kota Bandar Lampung

Propinsi Lampung

 

 

 

ABSTRAK

Rendahnya hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa kelas XI TKR 2 SMK Negeri 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017 disebabkan oleh rendahnya minat belajar siswa. Diterapkannya pembelajaran aktif, siswa melakukan berbagai macam kegiatan yang membuat siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran. Hasil analisis minat belajar diketahui bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa pada siklus I sebesar 69,8 dengan kategori “Sedang”; siklus II meningkat sebesar 4,60 menjadi 74,4 dengan kategori “Sedang”; dan pada siklus III meningkat sebesar 5,10 menjadi 79,5 dengan kategori “Tinggi”.  Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 57,30 dengan kategori “Belum Tuntas”; pada siklus II meningkat sebesar 2,36 menjadi 59,66 dengan kategori ”Belum Tuntas”; pada siklus III meningkat kembali sebesar 1,22 dengan nilai rata-rata 60,88 dengan kategori ”Tuntas”.  Persentase jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas 60 pada siklus I sebesar 56,76%, pada siklus II meningkat 8,10% menjadi  64,86%, dan pada siklus III meningkat 8,11% hingga mencapai 72,97%.

Kata Kunci :  Pembelajaran Aktif, Penilaian Otentik, Minat, dan Hasil Belajar  

 

 

Berdasarkan hasil pengamatan selama pembelajaran bidang studi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan  mengenai  kondisi pembelajaran di SMKN5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017, dan hasil  analisis angket minat yang dibagikan pada siswa kelas XI TKR 2diperoleh data bahwa 70% siswa  kurang  menyukai pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan.  Melihat hal tersebut perlu dilakukan upaya untuk menarik minat siswa agar menyukai pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan.

 

Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menyajikan materi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan dengan model pembelajaran yang membuat siswa melakukan berbagai macam kegiatan.  Siswa tidak hanya mencatat dan mendengarkan penjelasan materi dari guru tetapi siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan pembelajaran.  Dengan demikian siswa tidak merasa bosan selama proses pembelajaran dan membuat suasana kelas lebih menyenangkan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Hal tersebut diduga dapat meningkatkan minat belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa.

 

Kemudian dari hasil belajar siswa menunjukkan bahwa hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa kelas XI TKR 2masih tergolong rendah.  Hasil pembelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan SMKN5 Bandar Lampung, hasil belajar rata-rata siswa pada ulangan harian Tahun Pelajaran 2016/2017yang diperoleh sebesar56,05 dengan siswa yang berhasil mencapai standar nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) diSMKN5 Bandar Lampung hanya 47,22% atau 17 orang dari jumlah siswa kelas XI TKR 2.Kemudian berdasarkan observasi di kelas XI TKR 2, siswabelum mampu memahami konsep Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. Sehingga diduga rendahnya hasil belajar siswa tersebut karena siswakesulitan memahami materi yang disampaikan.

 

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memudahkan siswa memahami materi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan yaitu dengan mengupayakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang tepat yang dapat meningkatkan pemahaman materi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa.  Karena sejalan denganmeningkatnya pemahaman materi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan diharapkan hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa juga meningkat.Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah melalui pembelajaran aktif (Active Learning).  Pembelajaran aktif (Active Learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan  karakteristik  pribadi  yang  mereka miliki.  Pada dasarnya masing–masing siswa merupakan individu yang  berbeda  satu sama lain dan memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain.

 

Menindak lanjuti upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya minat dan hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan, kegiatan dalam pembelajaran aktif sangat bermanfaat dalam rangka pelayanan perbedaan individual. Siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri sehingga dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa. Pengalaman-pengalaman dalam pembelajaran akan lebih efektif dalam membentuk daya ingat dibandingkan bila siswa hanya membaca buku atau mencatat saja.

 

Di samping itu, dengan model pembelajaran aktif akan dapat tercipta hubungan yang lebih harmonis, lebih akrab baik antara guru dengan siswa maupun di antara para siswa.  Dengan demikian suasana pembelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan yang selama ini cenderung bersifat kaku sedikit demi sedikit akan hilang dengan sendirinya dan berganti dengan suasana yang menyenangkan, menggairahkan, dan membuat siswa tidak merasa tertekan.  Siswa akan merasakan bahwa mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan menjadi sangat menarik, bermanfaat serta bermakna.

 

Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan RinganSMKN5 Bandar Lampung,penilaian hasil belajar masih terfokus pada aspek kognitif saja sedangkan pelaksanaan Kurikulum Tahun 2013  menuntut adanya penggunaan model penilaian yang berbeda.  Menerapkan penilaian otentik yang merupakan bentuk penilaian kinerja (performance) yang meminta siswa untuk mendemonstrasikan keterampilan dan kompetensi tertentu yang merupakan penerapan pengetahuan yang dikuasainya sejalan dengan pembelajaran aktif yang menuntut siswa untuk aktif melakukan praktik dalam proses pembelajaran selain mereka mencari, mengolah, dan menyimpulkan informasi yang didapat.

 

Penilaian otentik diduga cocok diterapkan di SMKN5 Bandar Lampung. Melalui penerapan pendekatan pembelajaran aktif dengan penilaian otentik diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan siswa.

 

*Data lengkap di Tim Redaksi Jurnal

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar