PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN CHEMBALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SMA YP. UNILA BANDAR LAMPUNG

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN CHEMBALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SMA YP. UNILA BANDAR LAMPUNG

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN CHEMBALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SMA YP. UNILA BANDAR LAMPUNG

 

Mey Sriyani

  1. UNILA Bandar Lampung Kota Bandar Lampung

Provinsi Lampung

 

 

 

ABSTRAK

Hasil wawancara dengan guru kimia SMA YP. UNILA Bandar Lampung serta data nilai ulangan kimia, terdapat satu kelas yang memiliki ketuntasan belajar rendah yaitu kelas X IPA 1. Dari 23 siswa, hanya 9 siswa yang lulus atau mencapai batas tuntas sedangkan 14 siswa tidak tuntas dengan persentase ketuntasan hanya 39,13%. Proses Interaksi dalam pembelajaran hendaknya terjadi dua arah sehingga mencerminkan  proses  yang  baik  guru  maupun  siswa. Berdasarkan analisis hasil penelitian  dan pembahasan  yang   telah diuraikan, maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1).Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan Chemball dapat meningkatkan hasil belajar kimia pada siswa kelas X IPA I SMA YP. UNILA Bandar Lampung; dan 2).Ketuntasan belajar yang dicapai secara klasikal siswa sebesar 75 % dengan nilai rata-rata kelas 79,75.

Kata Kunci : STAD dan Hasil Belajar

 

 

Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang- orang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan (Daryanto, 2013). Jalur penddikan pun dapat   diperoleh melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal.Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran yang baik dan seoptimal mungkin sehingga dapat mencetak generasi muda bangsa yang cerdas, terampil, dan bermoral tinggi. Proses pembelajaran membantu siswa / pelajar untuk mengembangkan potensi intelektual yang dimilikinya, sehingga tujuan utama pembelajaran adalah usaha yang dilakukan agar intelek setiap pelajar dapat berkembang. Dalam kata lain, pendidikan merupakan pendewasaan peserta didik agar dapat mengembangkan bakat, potensi, dan keterampilan yang dimilliki dalam menjalani kehidupan , oleh karena itu seharusnya pendidikan didesain guna memberikan pemahaman serta meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

Pelaksanaan pembelajaran saat ini harus mengalami perubahan, di mana siswa tidak boleh lagi dianggap sebagai obyek pembelajaran semata, tetapi harus diberikan peran aktif serta dijadikan mitra dalam proses pembelajaran sehingga siswa bertindak sebagai agen pembelajar yang aktif sedangkan guru bertindak sebagai  fasilitator  dan  mediator  yang  kreatif.  

 

Berdasarkan  hasil  wawancara dengan guru kimia SMA YP. UNILA Bandar Lampung serta data nilai ulangan kimia, terdapat satu kelas yang memiliki ketuntasan belajar rendah yaitu kelas X IPA 1. Dari 23 siswa, hanya 9 siswa yang lulus atau mencapai batas tuntas sedangkan 14 siswa tidak tuntas dengan persentase ketuntasan hanya 39,13%. Proses Interaksi dalam pembelajaran hendaknya terjadi dua arah sehingga mencerminkan  proses  yang  baik  guru  maupun  siswa.  Selain  itu  keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru, melainkan bisa juga dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran itu, yaitu teman sebaya (Sukarta, 2010). Namun guru cenderung melupakan hakikat pendidikan yaitu belajarnya murid bukan mengajarnya guru (Wibowo, 2008). Kenyataan  yang ada,  menunjukan bahwa proses pembelajaran di kelas cenderung didominasi oleh guru sehingga siswa hanya bertindak sebagai agen pembelajar yang pasif. Metode pembelajaran yang  selama ini digunakan guru adalah metode ceramah-resitasi seringkali menyebabkan kejenuhan bagi  siswa  dalam  mengikuti  pembelajaran.  Selain itu kurang optimalnya guru  dalam memanfaatkan  media  pembelajaran  dan permainan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.  Ada  beberapa  faktor  yang  menyebabkan  siswa  kurang  mampu dalam   menyelesaikan   masalah   kimia   diantaranya   (1)   Pembelajaran   masih berfokus pada guru, sehingga siswa pasif dan hanya menerima  informasi  pembelajaran  dari guru. (2) Siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran, sehingga komunikasi yang terjadi cenderung satu arah. (3) Media, alat dan bahan pembelajaran yang tidak memadahi. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang cenderung rendah (Kharismawan, 2015).

 

Oleh  karena  itu,  diperlukan  suatu  tindakan  untuk  memperbaiki  hasil belajar siswa. Sebagai tindak lanjut guna mengatasi permasalahan yang ada, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas yang berorientasi perbaikan kualitas pembelajaran.   Salah   satu   upaya   yang   dapat   dilakukan   yaitu   dengan mengunakan metode dan media pembelajaran yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan keeaktifan siswa. Metode mengajar yang baik yaitu metode yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, kondisi siswa, sarana dan prasarana yang tersedia serta tujuan pembelajarannya.

 

Alternatif pemecahan untuk mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran kimia khususnya materi Stoikiometri salah satunya dengan penelitian tindakan kelas, sebagai upaya yang ditunjukan untuk memperbaiki proses pembelajaran atau memecahkan permasalahan yang terjadi (Dhewani, 2015).   

 

Berdasarkan uraian di atas, peneliti memilih judul pembelajaran kooperatif tipe STAD ( Student Team Achievement Division )   berbantuan Chem   Ball.   Metode   Student   Teams   Achivement   Division   (STAD)   ini merupakan salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif yang untuk pertama  kalinya  diperkenalkan  oleh  Robert-Slavin.  Metode  ini  merupakan salah satu metode yang paling sederhana dalam pembelajaran kooperatif dan merupakan sebuah pendekatan yang baik untuk guru yang baru mulai menerapkan model pembelajaran kooperatif (Slavin, 2005). Penggunaan metode ini dalam proses pembelajaran sebenarnya sudah banyak digunakan dan   dilakukan   penelitian.  

 

Berdasarkan   hasil   penelitian   dari   peneliti sebelumnya  dapat  diambil  suatu  kesimpulan  bahwa  penggunaan  metode STAD dalam pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 92  %.  Selain  itu  pembelajaran  juga  berjalan  lebih  efektif  karena  siswa bertindak  aktif  selama  kegiatan  belajar  mengajar  berlangsung  (I.Ghozali, 2014). Materi stokiometri merupakan salah satu materi yang seringkali dianggap sulit karena berkaitan dengan perhitungan-perhitungan kimia, oleh karena itu perlu ada inovasi dalam membelajarkannya. Peneliti memberikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan media permainan Chem Ball. Permainan yang digunakan dalam pembelajaran dapat membangkitkan   motivasi dengan memunculkan cara berkompetisi untuk mencapai  sesuatu  (Daryanto,  2013).  Chemball  merupakan  media pembelajaran interaktif dan inovatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa untuk bekerja sama dalam suatu kelompok serta mengandung unsur permainan dan reinforcement.

 

*Data lengkap di Tim Redaksi Jurnal

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar